Tuesday, 29 May 2012

DIA



Nukilan; diriku sendiri

Dia,
Sering ku ingati
Dia,
Pengukir keinsafan buat diri ini

Tatkala aku rapuh
Dia tempat ku mengadu selalu
Berkocak alun bicaranya
Menjadi pembakar semangat ku

Aku bersyukur padaNya
Walau suka dan duka
Manis ataupun pahit
Dia jua mewarnai hidupku

Dikala siang dan malam
Ku berdoa padaNya
Moga dirimu sentiasa diberi perlindungan
Dan juga rahmatNya

Dialah,
IBU AYAH dan ADIK,
yang aku kasihi selalu





Dimana kan ku cari ganti, serupa denganmu..


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.